Simak Kategory yuk..

Cerpen (1) Dakwah (1) KHILAFAH (4) Muslimah (3) Opini (5) Puisi (3) Remaja (1) Video (1)

Minggu, 28 September 2014

Hegemoni Asing dalam Kemerdekaan Negri


Bulan Agustus menjadi bulan dengan euforia kemerdekaan. Betapa tidak, kibaran sang saga merah putih berkibar dimana-mana, tak lupa berbagai macam perayaan maupun lomba dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan negri.
Wajar saja, setalah berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun yang lalu Ibu pertiwi dibelenggu oleh moncong-moncong senjata Belanda dan Jepang, kini negri ini 69 tahun lamanya telah menghirup udara bebas. 69 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Indonesia untuk bisa menjadikan dirinya sebagai negara yang sejahtera dan mampu bersaing dikancah internasional terlebih lagi jika melihat potensi-potensi negri ini.
Namun sayang, jangankan untuk bisa menorehkan prestasi dalam menyejahterahkan rakyat, kemerdekaan saat ini masih ibarat ‘gincu’ ia ada tetapi tidak terasa karena hakekatnya negri ini belum merdeka. Jika kemerdekaan hanya dimaknai bebas dari penjajahan secara fisik tentu tak ada yang memungkiri bahwa kita telah merdeka. Namun jika kemerdekaan diartikan bebas dari segala macam bentuk penjajahan, maka ada beberapa fakta yang perlu kita ulas sebelum meyimpulkan negri ini telah merdeka atau belum merdeka.
Bahkan jajak pendapat yang dilakukan Harian Kompas  tahun 2010, menyatakan bahwa masyarakat menilai banyak aspek dan kondisi makin buruk. Misal, pada aspek keadilan hukum mereka menyatakan: 59,3% semakin buruk, 13,4%: tetap, 21,6%: semakin baik. Lalu pada aspek keadilan ekonomi mereka menyatakan: 60,7%: semakin buruk, 15,1%: tetap, 21,1%: semakin baik. Saat berbicara pada aspek peran negara, ternyata kesimpulannya: peran negara tidak memadai!
Lalu terkait kemerdekaan, terlihat jelas bahwa masyarakat memandang Indonesia belum merdeka baik dalam bidang ekonomi (67,5%: menyatakan belum merdeka), politik (48,9%; menyatakan belum merdeka), budaya (37,1%: menyatakan belum merdeka).




Regenerasi ”Cabe-cabean” Jadi “Cobe-cobean”

Cabe kini telah menjadi komoditi yang sedang naik daun.  Hal ini bukan  karena harganya  tapi kini namanya melambung akibat istilah “cabe” yang kerap digunakan untuk menyebut cewek-cewek alay dibawah umur berperilaku nakal, liar dan identik dengan seks bebas. “Cabe-cabean” begitulah masyarakat kerap kali menyebutnya. Fenomena cabe-cabean tak bisa dianggap sebagai angin lalu, pasalnya efek pedasnya cabe akan berdampak pada masyarakat sekitar. “Cabe-cabeanpun” bak virus yang sangat cepat menyebar bahkan sampai ke kota daeng, meskipun hakikatnya cabe-cabean telah lama hadir di kota besar semacam Makassar namun istilah impor dari Jakarta tersebut juga telah membuming di kota Makassar.

Fakta “Cabe-cabean”
Aktivitas para “cabe” di kota Makassar juga cukup aktiv, hal tersebut nampak dari tingginya angka seks bebas kalangan remaja di  Kota Makassar sebagai kota metropolitan. Menurut disertasi Direktur Rumah Sakit Ibu Anak Siti Fatimah, dr Leo Prawirodihardjo yang melakukan penelitian ‘Perilaku Seks Bebas Remaja di Kota Makassar’,  dari hampir 4.000-an penderita AIDS di Sulsel, sekitar 3.134 penderita atau sekitar 80 persen berada di Kota Makassar. Bahkan Kota Makassar, disebut masuk peringkat tiga kota penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, setelah Jayapura dan Jakarta.

Muka Dua Amerika Hingga Solusi Palestina


Penculikan gadis-gadis sekolahan di Negeria membuat dunia terperanjat, betapa tega organisasi yang bernama Jama’atu Ahlis Sunna Lidda’awati wal-Jihad yang kemudian terkenal dengan sebutan  Boko Haram menculik gadis-gadis belia yang tak punya salah apa-apa. Rupanya kasus ini tak hanya membuat pemerintah Nigeria berang, Ibu nomer 1 di Amerika Serika Michelle Obama juga geram. Kepeduliannya dia tunjukkan dengan mengupload fotonya yang  berwajah kesal sambil memegang kertas putih bertuliskan  #Bring Back Our Girls. Persoalan kemanusian membuat ibu dari negara adidaya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut berpartisipasi dalam menegakkan keadilan. Tak hanya itu, Media AS CBC melaporkan bahwa Amerika telah mengirimkan tim ahli di bidang militer, inteligen dan penegakan hukum ke Nigeria dalam rangka membantu pemerintah atas pemberontakan Boko Haram.

Minggu, 20 April 2014

Pemilih Muda Mangsa Utama



Pemuda merupakan penentu masa depan bangsa, selain sebagai pemegang estafet bangsa jumlah mereka yang sangat banyak menjadi penentu kemenangan pemilu 2014. Wajar jika hari ini para pemilih pemula menjadi incaran oleh partai politik. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Malik, dari 180 juta daftar pemilih tetap, 30 persennya yaitu pemilih muda.

"Kalau 30 persen pemuda itu datang ke TPS maka mereka yang akan menentukan pemenang dalam pemilu," kata Husni (28/11/2013).
Hal tersebut menjadikan partai semakin kreatif untuk menarik simpati pemula, mulai dari berexis-ria disosmed hingga kampanye dengan membuat konser ala anak muda. Sementara pemikiran para pemuda  saat ini, cenderung  hanya tertarik dengan hal-hal berbau entertainer daripada hal-hal yang berbau politik, sehingga tetap menjadikan pemuda golongan yang apatis meski tingkat partisipasi memilih mereka tinggi.
Jika masa depan bangsa ini diserahkan pada para pemuda yang hanya have fun saja dan tidak begitu mengerti dengan persoalan bangsa, maka wajar jika nantinya yang memimpin negri adalah orang kerjanya have-fun juga alias rajin plesiran.
Maka saatnya pemuda hari ini sadar politik dan melihat dengan jeli tentang masalah bangsa ini. Negri dengan 1001 masalah ini butuh solusi dari para pemuda, namun solusi yang kita butuhkan bukan lagi mengganti wajah para wakil kita saja tapi juga mengganti sistem yang ada.
Sistem hari ini wajib deganti karena ia adalah biang dari masalah. Sistem demokrasi yang saat ini diterapkan sejatinya memiliki bau busuk yang dipoles sedemikian rupa dengan slogan-slogan yang cantik. Empat pilar kebebasan dalam demokrasi telah mejadikan ibu pertiwi terus mengeluarkan air mata. Pilar kebebasan yang pertama yakni kebebasan beragama telah menjadikan agama tak ubahnya dengan WC umum yang kita bisa keluar masuk seenaknya. Pilar kebebasan berpendapat telah menghasilkan lirik-lirik lagu yang mengajak kepada kemaksiatan. Pilar kebebasan berekspresi telah menjadikan eksploitasi tubuh wanita komoditi penghasil dollar. Pilar kebebasan memiliki telah menjadikan SDA negri dikuasai oleh segelintir orang yang seharusnya itu milik rakyat.
Demokrasi jugalah yang bertanggung jawab atas degradasi moral pemuda, dengan pilar kebebasannya, sensualitas wanita diumbar dalam bentuk iklan dan film. Sehingga  menkajadikan pemuda fikirannya dihiasi oleh hal-hal berbau porno. Begitu pula dengan bertambah kriminalnya perilaku pemuda akibat minuman keras yang dijual bebas dan legal atas dasar demokrasi.
Oleh karena itu saatnya pemuda sebagai penerus masa depan bangsa mencampakkan demokrasi dan menggantinya dengan  yang lebih baik. Solusi yang seharusnya diambil pemuda saat ini adalah mengembalikan Indonesia yang milik Allah kembali kepada aturanNYA. Islam sebagai agama yang paripurna tak hanya mengatur persoalan spiritual saja tetapi aturannya mencakup segala hal mulai dari bangun tidur hingga bangun negara.
Sistem pemerintahan yang menerapkan syariat Islam yakni khilafah merupakan solusi tuntas dan pilihan yang paling solutif. Dengan sistem Islam karakter pemuda dengan akhlak yang baik akan terbangun karena pendidikan yang diterapkan akan berbasis Islam, tidak seperti pendidikan sekarang yang katanya pendidikan berkarakter namun pelajaran agama hanya memiliki porsi yang sedikit. Selain itu media yang hari ini kebanyakan menampakkan hal-hal yang tak seharusnya diperlihatkan kepada para pemuda, akan diubah dengan adanya aturan Islam yang akan membatasi media dan menjadikan media sebagai wadah edukasi untuk generasi.
Tak hanya itu, aturan yang diterapkan dalam Islam merupakan aturan yang tegas dan tidak pandang bulu. Tidak seperti aturan hari ini yang diistilahkan dengan pasal karet, aturannya dapat ditarik ulur sesuai kepentingan. Sehingga kejahatan dan kriminalitas dapat direduksi dengan optimal.
Saatnya pemuda tak lagi menjadi mangsa kepentingan politisi, tapi menjadi garda terdepan mengembalikan senyum ibu pertiwi dengan syariah dan khilafah.

Pesta Demokrasi Membawa Sengsara



Pohon-pohon dan jalanan akhir-akhir ini semakin ramai, bukan karena kendaraan yang lalu lalang melaikankan foto-foto para politisi. Maklum negri ini tak lama lagi akan mengadakan perhelatan akbar yang biasa disebut pesta demokrasi. Namun makin hari tingkat partisipasi masyarakat terhadap pesta demokrasi semakin berkurang, sebagai mana dilansir nasional.inilah.com golput di Indonesia setiap tahunnya meningkat. Pada Pileg tahun 1999 angka golput sekitar 10,2 persen. Kemudian, Pileg 2004 meningkat menjadi 23,3 persen.
Rendahnya parstisipasi masyarakat diakibatkan oleh berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pra calon wakil rakyat, pasalnya sudah 68 tahun ini merdeka dan selama itu pula negri ini telah dipimpin oleh orang yang berbeda latar belakang, mulai dari anak petani,ilmuan,wanita,ulama bahkan militer namum tak ada perubahan yang berarti. Hal tersebut terjadi lantaran kita hanya memaknai demokrasi pada kulit luarnya saja. Demokrasi hanya diidentikkan dengan voting, padahal demokrasilah biang permasalahan saat ini. Mengapa demikian?, demokrasi hakikatnya adalah kedaulatan ditangan rakyat, sementara akan menjadi tidak realistis bila seluruh rakyat Indonesia berkumpul pada suatu tempat dan suatu waktu untuk membicarakan UU untuk mengatur kemaslahatan mereka, maka dibutuhkanlah yang namanya wakil rakyat. Mekanisme pemilihan wakil rakyat ini ibarat sebuah mobil, yang namanya mobil ia tak akan mampu berjalan bila tak punya mesin, maka mesin disini dianalogikan sebuah partai sebagai sebuah mesin penggerak dari wakil rakyat, namun adanya kendaraan dan mesin masih belum cukup untuk membuat sebuah kendaraan berjalan maka dibutuhkan namanya bensin, posisi bensin disini ibarat dana yang dibutuhkan oleh paratai.
Perhelatan pesta demokrasi untuk memilih seorang wakil rakyat membutuhkan dana yang sangat besar. Suplai dari internal partai saja tentu tidak cukup maka terjadilah kongkalikong atau kerjasama dengan para pemilik modal, utamanya para pengusaha. Para pengusaha ini tentu tidak memberikan dana secara cuma-cuma, sebagai gantinya para pengusaha mampu mendikte kebijakan-kebijakan dari para wakil rakyat agar sesuai dengan kepentingan mereka. Maka jangan heran ketika banyak kebijakan yang berasal dari wakil rakyat namun sama sekali tidak memcerminkan untuk kepentingan rakyat, UU Perkebunan, UU Minerba, UU Penanaman Modal, dan sebagainya. UU tersebut memberika akses seluas-luasnya kepada para pengusaha untuk mengeruk SDA negri, sementara rakyat hanya diberikan janji-janji palsu dan sedikit bahan pangan atau pakaian menjelang pemilu. Rakyat yang seharusnya mendapatkan pendidikan, kesehatan dan transportasi memadai dari kekayaan negri ini, justru menjadi objek paling menderika karena tidak mampu mendapatkan haknya gara-gara demokrasi.
Inilah wajah asli demokrasi yang selama ini bersembunyi dibalik topeng slogan-slogannya yang manis saatnya rakyat sadar dan bangkit untuk menolak demokrasi.
Maka solusi agar dapat keluar dari permaslahan ini adalah mengganti sistem demokrasi dengan sistem yang mampu membawa perubahan Indonesia kearah lebih baik. Satu-satunya sistem yang dapat mewujudkan itu semua adalah khilafah yakni sistem kenegaraan yang menerapkan aturan-aturan Allah SWT didalamnya. Karena Indonesia ini milik Allah dan yang paling tahu baik dan buruk bagi manusia adalah Allah maka menjadi konsekuensi logis bila seharusnya kita kembali kepada aturan Allah SWT.
 Jika aturan manusia diterapkan maka akan sarat dengan kepentingan individu maupun kelompok yang membuat aturan. Sistem Islam dengan sistem ekonominya yang mengharamkan SDA untuk dikuasai individu akan mampu menopang ekonomi negeri bukan lagi dengan utang atau pajak. Dengan sistem pendidikannya akan menciptakan pendidikan yang tidak lagi dijadikan bisnis melainkan membangun karakter anaka bangsa. Sistem pergaulan Islam akan mampu mewujudkan negri yang menjaga kehormatan wanita. Selain itu Sistem pidana dalam Islam mampu mewujudkan keadilan dan ketegasan hukum yang mampu membuat kejahatan tereduksi. Meski sistem ini merupakan sistem Islam namun hal tersebut tidak akan mendeskriminasi pihak-pihak non Islam karena untuk permasalahan agama tidak ada paksaan untuk memeluk Islam, begitu pula perkara makanan, pakaian dan cara nikah akan diserahkan kepada masing-masing individu berdasarkan keyakinannya, hanya saja berkaitan masalah hukum publik maka setiap warga negara harus mematuhi aturan sistem ini.
Itu hanya segelintir gambaran tentang khilafah, sebagai seorang manusia yang masih menggunakan akal sehat tentu jika diminta untuk memilih antara demokrasi dan khilafah kita mampu memilih sistem yang tepat untuk negri ini.
Berkontribusi dalam pesta demokrasi hanya akan menambah nafas panjang demokrasi, padahal ia telah lama mencekik nadi pada leher rakyat ini.



LPG Naik, Rakyat Tercekik, Caleg Pasang Aksi



Kenaikan LPG 12 kg saat ini membuat rakyat semakin tercekik, meski kenaikan yang awalnya 3.500 per Kg diubah menjadi 1.000 per Kg, yah tetap saja rakyat menjerit, wong harganya tetap  naik kok. Rakyat sebagai objek yang paling terbebani atas kebijakan ini membuat para politisi angkat bicara. Bagai oase ditengah gurun pasir, para politisi rame-rame menghujat Pertamina atas pembelaan mereka terhadap rakyat namun namanya oase tetaplah oase, ia hanya bentuk halusinasi tanpa pernah ada relitanya.
Masalahnya Pertamina mengambil jalan menaikkan LPG bukan semata-mata tanpa alasan, Pertamina mengalami kerugian sehingga mau tidak mau harus melakukan hal yang dapat menyelamatkannya. Meskipun begitu hal tersebut tidaklah wajar karena Indonesia termasuk peringkat ke-13 negara di dunia dengan cadangan gas alam sebesar 92,9 triliun kaki kubik. Tapi hal tersbut tidak berkolerasi dengan tersedianya LPG yang murah dan terjangkau.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (11/5/2012). ” Sampai saat ini sebanyak 74% kegiatan usaha hulu atau pengeboran minyak dan gas (migas) di Indonesia masih dikuasai perusahaan asing. Perusahaan nasional cuma menguasai 22% dan sisanya konsorsium asing”. Karena gas yang dikuasai oleh Indonesia tidak sebanding dengan konsumsi gas dalam negri sehingga pertamina mengimpor gas.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, 59% gas yang diperdagangkan Pertamina berasal dari impor. Sedangkan, sekitar 30% berasal dari perusahaan migas dalam negeri, sisanya dari eks kilang Pertamina.
Betapa bodohnya negri ini, punya kekayaan justru diberikan ke asing, giliran Indonesia yang butuh gas, malah impor dengan harga yang mahal. Hal ini terjadi karena kita menerapkan sistem ekonomi kapitalisme dan sistem pemerintahan demokrasi. Dalam sistem ini yang membuat hukum adalah manusia, sehingga wajar kalau manusia diberikan wewenang membuat hukum maka akan banyak kebijakan yang sarat akan kepentingan si pembuat hukum, faktanya dengan adanya kebijakan memberikan hak kepada asing untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia, tentu pembuat kebijakan mendapatkan fee tertentu dari perusahaan asing tersebut.
Seharusnya sistem yang hari ini menjadi biang kerok dari masalah bangsa dicampakkan, kemudian diganti dengan sistem yang betul-betul mampu menuntaskan masalah bangsa saat ini. Satu-satunya sistem yang mempu memberikan perubahan dan pengaruh yang berarti bagi tanah air ini adalah dengan mengembalikan aturan sang pencipta yakni Allah sebagai pencipta sekaligus pengatur dunia ini dengan cara menerapkan syariatNYA secara sempurna.
Syariat Islam khususnya sistem ekonomi dalam Islam telah mengatur tentang kepemilikan yang terbagi atas 3, yakni kepemilikan individu, umum dan negara. Kepemilikan umum salah satunya adalah migas, artinya migas haram hukumnya dikuasai oleh individu ataupun kelompok. Negaralah yang bertugas sebagai regulator yang mendistribusikan kepemilikan umum secara merata kepada rakyat baik dalam bentuk mentah atau keuntungannya dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Islam sebagai sebuah ideologi tak hanya mengatur persoalan spiritual saja tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan, baik itu ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan lain-lain. Adapun bentuk pemerintahan sistem Islam berbeda dengan yang lainnya, ia bukan kerajaan, republik, demokrasi ataupun teokrasi, tetapi memiliki ciri khas lain yang pemerintahannya disebut khilafah.
Khilafahlah yang dapat mengatasi berbagai problematika kita hari ini. Jadi jika memang para politisi benar-benar ingin membela rakyat maka harusnya tidak hanya mengecam Pertamina tetapi mampu mengembalikan kekayaan ibu pertiwi kembali kepangkuan rakyat Indonesia. Selain itu, para politisi juga  memberika solusi tuntas dengan lantang mengkampanyekan kebangkitan khilafh yang telah dijanjikan Allah, sebagai satu-satunya sistem sahih yang mampu mensejahterahkan rakyat Indonesia.  

Rabu, 15 Januari 2014

Sejumput Kisah Dibalik Hijabku

Masih jelas diingatanku suatu hari dimana langkah awal menuju jalan baru mulai kutorehkan dalam kisah perjalanan hidupku. Siang itu hawanya terasa membakar, debu bertebaran diiringi deru kendaraan bermotor saling bersahut-sahutan seolah menjerit kepanasan, keringat-keringat kian berjatuhan dari pori-pori kulit yang merasakan kelelahan, meski aku saat itu sedang berada dalam rumah tepatnya rumah guru Rohisku ka’ Yati, rasa panas masih terasa menyengat kulitku, tapi panas hawa yang kurasa saat ini tak seberapa dibandingkan dengan panasnya semangatku, semangat yang kian membara hingga terasa di setiap sel tubuhku,semangat untuk berubah, semangat untuk berIslam secara kaffah, semangat untuk meraih ridho Ilahi.Allahu Akbar
“Krrriiiit”, bunyi decit pintu mengiringi langkahku keluar dari pintu kamar kak Yati sementara itu diluar kamar ukhti-ukhti rekan sepengajian tengah menungguku. Ketika aku menampakkan diriku dengan seragam sekolah yang tengah kukenakan, sontak saja tawa membahana melihat sosokku yang mengenakan seragam sekolah. Bagaimana tidak, seragam sekolah yang baru saja dijahit oleh Endah salah seorang temanku, terlihat tidak biasa. Bukannya terkesan unik ini malah terkesan aneh. Rencananya seragam sekolahku akan disambung antara rok dan bajunya, setelah dijahit Endah seragam itu memang telah tersambung, tapi Endah menyambungkan roknya terlalu kebawah sehingga seragamku jadi terlihat aneh bin abnormal dengan penampakan rok kedodoran.
Kalau anak-anak gaul jaman sekarang memang biasanya dengan rela dan sengaja memakai rok sekolah di pinggul atau di bawah pinggul yang biasanya disebut ‘pinggang jatuh’, kalau memakai rok diatas itu misalkan memakai rok di atas pinggang, maka percayalah anak malang itu akan dicap kolot bin kampungan atau dicap jojon the next generation, hehehe. Tetapi penampakan seragamku kali ini lebih fantastis bukan ‘pinggang jatuh’ lagi namanya karena roknya sangat dibawah pinggang terlihat nyaris jatuh. Eeiits tapi hal ini bukan kulakukan untuk keren-kerenan atau karena menginkan predikat gaul loh. Hal itu kulakukan semata-mata demi merai ridhoNya. Karena aku menyadari standarisasi sebagai seorang muslim adalah sumber hukum Islam yakni Al-Qur’an, Assunnah, ijma’ sahabat dan qiyas. Maka dari itu untuk mempertahankan idealismeku sebagai seorang muslimah akan ku kenakan hijabku sesuai syariatNya, tak perlu aku memelototi majalah fashion untuk menetukan cara berbusanaku atau menjiplak gaya busana ala barat yang minim kain, cukuplah ayat Al-Qur’an menjadi tuntunanku yang dengannya kurasakan kedamaian dan kemuliaan sebagai muslimah sejati.
Sebagaimana yang pernah diajarkan oleh guru ngajiku mengenai cara berpakaian seorang muslimah yang disyariatkan olehNya., guruku menjelaskan bahwa pakaian perempuan ketika berada di tempat umum itu ada dua, yaitu jilbab dan kerudung. Hal tersebut sesuai dengan dalil Al-Qur’an surah An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59.

Rabu, 20 November 2013

Karena Cinta Kita Berdakwah


Kawan, lelah kadang menyapa langkah
Cucuran keringat terasa telah membajiri peluh kita
Sakit yg kt terima
Peluh yg kt derita
Fikiran menjadi bobot yg menyita perhatian
Tapi kt terus berlari
Mengejar mad’u yg terus lari
Mengkoar2kan kalam ilahi
Meski beribu langkah tlah menghindari
Meski tak ada jiwa yg menghampiri
Krn Cinta kt terus tapaki
Jalan berdebu lagi sulit
Krn cinta kt tetap berucap
Meski tak ada lagi telinga yg mendengarkan
Krn Cinta kt bertahan
Menahan tiap celaan yg mendera
Krn Cinta kt bersama
Menahan  lelah yg sama
Krn Cinta kt Bergerak
Merevolusi pemikiran yg ada
Krn Cinta kt px mimpi ke Jannah
Melepas lelah ditempat terindah,kelak
Yah, krn Cinta kt Berdakwah

Idealisme Pengemban Dakwah

Pengemban dakwah makhluk apa itu?, hmm kalau boleh dibilang, pengemban dakwah adalah makhluk jadi jadian, eeitts tapi bukan maksudnya manusia setengah siluman atau penampakan makhluk halus ya. Seorang pengemban dakwah jadi jadian maksudnya adalah jadi soleh bisa, jadi taat tentunya, jadi teladan masyarakat,jadi dokter bisa(mengobati hatinya ummat), jadi pedagang bisa (apalagi kalau ada agenda butuh dana),jadi detektiv bisa (mencari pelku konspirasi-konspirasi),jadi psikolog juga bisa (karena terima konsultasi setiap saat), yang pastinya jadi berguna bagi nusa dan bangsa.
Pekerjaan orang yang mengemban dakwah so pasti sangat luar biasa yang bahkan tidak ada pekerjaan di dunia ini yang lebih baik darinya, karena jenis pekerjaan yang satu ini langsung mendapat pujian dari Allah SWT, sebagaiman firmanNya
“Siapakah yang lebih baik perkataannya dibanding orang yang berdakwah kepada Allah, mengerjakan amal soleh dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri (kepada Allah)?” (Q.S Fushilat [41]:33)
Kelihatannya sungguh sangat membahagiakan kehidupan para pengemban dakwah itu, sudah kerjanya cuman berbicara, dijadikan teladan di puji Allah pula. Tapi eitss nyatanya gak seperti itu juga mas n mba brow. Ketika kita bergelut dalam dunia dakwah maka jagan harap cerita yang muncul adem ayem saja, yang ada malah lika-liku, cobaan dan tantangan hidup yang seolah tak ada habisnya.  Yah, sudah sunnatullahnya seperti itu memang, sebagaimana hadis Rasul ketika beliau baru saja menerima wahyu, beliau diajak oleh Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Waraqah bertanya kepada beliau “Apa yang pernah engkau lihat wahai anak saudaraku?”.Rasul kemudian menceritakan apa yang dilihat dan dialaminya. Setelah mendengarkan Rasul, Waraqah berkata”Itu adalah Namus yang pernah diturunkan Allah kepada Musa. Andaikan aku masih berumur muda saat itu. Andaikata saja aku masih hidup tatkala kaummu mengusirmu”.Rasul kemudian bertanya “Benarkah mereka akan mengusirku?”. Jawab Waraqah,”benar, tak seorangpun pernah membawa seperti yang engkau bawa, melainkan akan dimusuhi. Andaikata aku masih hidup pada masamu nanti, tentu aku akan membantu dengan sungguh-sungguh”
Sekali lagi Waraqah mengatakan “Benar, tak seorangpun pernah membawa seperti  yang engkau bawa melainkan akan dimusuhi”

Jumat, 29 Maret 2013

Hamparan Sajadah Hijau

                Cucuran butiran keringat mulai menjalari sekujur tubuhku dalam setiap gayuhan sepedaku. Jalan setapak yang sempit dan berbatu tidak membuat laju sepedaku melambat, aku terus mengayuh & mengayuh hingga terlihat bagai orang kesetanan, bagaimana tidak, jalanan setapak itu habis kugilas dengan roda sepedaku, maklum jalan itu hampir tiap hari ku lalui, sehingga tiap pijakan, tiap bebatuan, dan tiap tikungan telah tertanam kuat dalam benakku.
                Aku mengayuh dan terus mengayuh hingga genangan becek di depanku memaksaku agar menghentikan laju sepedaku yang kecepatannya sudah tak terhitung oleh speedmeter, “Srroot” terlambat, sebelum aku menarik rem , sepedaku telah melintasi becek itu hingga percikannya kini menempel pada rok dan sepatu sekolahku. “huuh” gerutuku dalam hati , sambil menghentikan sepedaku dan menyapu-nyapu kecil percikan yang tertempel pada rokku, stelah itu ku lihat jam yang melingkar pada pergelangan tanganku
‘Oh No’ kataku sambil menepuk dahi
 jarum pada jamku kini menunjukkan pukul 07.14, itu berarti semenit lagi pagar sekolahku akan tertutup 
Tak ayal jalan setapak  kembali ku gilas dengan menggila. Akhirnya sekolahkupun kian terliahat, lega rasanya setalah bergelut dengan jalan setapak yang bagai tak berujung akhirnya sampailah aku pada tempat tujuanku, tetapi oh tidak pagar sekolahku mulai menutup dan kian waktu kian hanya menyisakan celah kecil untukku, tak kusia-siakan celah sekecil apapun untuk kujejali dengan sepedaku. Ku gayuh sepedaku dengan kecepatan super maximum ,ku gayuh dan terus ku gayuh, lagi-lagi cucuran keringat menemani setiap gayuhanku, kian kugayuh celah itu kian kugapai tetapi celah itupun kian menutup disaat aku hampir menbusnya, karena tak mau kalah ku tambah kecepatanku dari super maximum menjadi very super maximum, sehingga akhirnya celah itupun dapat  kutaklukkan. Karena saking cepatnya, sepedaku tak dapat kukendalikan aku mencoba menarik remnya, namun sialnya rem sepaduku blong maklum rem blong adalah penyakit menahun yang diderita sepada rongsokanku, akhirnya aku memasuki halaman sekolahku dengan sepeda yang seolah kesetanan,kini di depanku pohon beringin tua menunggu untuk ditabrak dengan pasrahnya, menyadari bahaya itu cepat-cepat kubanting stir sepedaku kea rah kanan
“huh hampir saja” kataku sambil berbalik kerah pohon yang kini berada dibelakangku. Tiba-tiba, “BRRUUUK “
‘Ooouuuchh’ tabrakan itu membuat kepalaku pusing. Aku mencoba melihat apa yang sebenarnya ku tabrak tadi, dan dalam pandangan mata yang agak kabur aku dapat melihat sesosok pria bertampang garang, berkumis tebal dan berkulit hitam namun itu hanya berupa bayangan belum jelas sosok yang sebenarnya, apakh ia seorang perampok?hmm sepertinya bukan, atau seorang pencuri? Kelihatannya kurang tepat, mungkin seorang perompak? Aku mengada-ngada saja, mana ada perompak di darat adanyakan di laut,atau  jangan ia adalah monster?hampir tepat sih karena tampangnya rada mirip hehehe, sayangnya tak ada monster di dunia ini. Kuputuskan untuk mengucek mataku agar sosok itu makin jelas terlihat, ku ‘search’ wajah orang-orang yang kukenal dan ‘aha’ I’ve got it,,, BUT..oh god! Please jangan sampai dia. Karena tak percaya sosok itu adalah dia, aku kembali mengucek mataku, sosok itu kian jelas terlihat dan itu benar-benar dia,kutelan air liurku yang nyangkut ditenggorokanku, tiba-tiba hawa pagi ini kian mendung serasa petir sesekali menyambar disekitarku, burung-burung yang sedari tadi riang melantunkan nyanyian kini menjadi bungkam tak bersuara (mungkin kesellek? Hehe)

Bulir-bulir Cinta

Ia bukanlah setitik wujud berbentuk
Ialah potongan dari rasa abstrak
Membentuk kesyahduan dalam jiwa
Dia bukanlah hal yg tak terkendali
Ia mampu memasuki tiap pintu
Pintu yg kau buka
Dapat berupa gelap teramat atau jalan cahaya menyejukkan
Ia dapat menjerumuskan
Namun jg dpt menyelamatkan
Bulir-bulir cinta, ialah dr sang Illahi
Dan hendaknya kembali dalam rangkulanNya
Bukannya terjerat jebakan setan
Kelak membawanya dalam dekapan nafsu syahwat
Terjembab dalam maksiat,nikmat berbalut sengsara
Duhai pemuda jika hendak persunting bidadari
Kerahkan bulir-bulir itu kepada ilahMu
Cantiknya si penggoda tak ada nilainya
Jika disandingkan dengan bidadariNya
Dan nikmat dalam mihrab JannahNya
Telah cukup menjadi alasan
tuk persembahkan bulir-bulir cinta
hanya kpd ia yg juga mencintaiNya

Yang Dinanti

 
Saat semua menjadi gelap
Perasaan kalut berselimut kemelut
Jeritan hati mengikis kalbu
‘dimanakah cahaya itu?’
Sunyi sendiri merongrong sanubari
Ingin ku berlari mengejar setitik cahaya
Namun hembusan itu membut arah tak menentu
Duhai siapakah yg dpt menolong
Bahkan si pelayanpun berlagak songong
Tempat berteduhpun hancur melebur
Hanya air mata yang terus mengalir menemani hari
Hari dimana org2 kehilangan separuh jiwanya
Yang terkasihpun pergi oleh dentuman bom sang zionis
Bahkan mata bocah menjadi saksi atasnya
Bengis cara mereka merampaasnya
Sadis cara mereka memperlakukan kami
Masih adakah yg peduli?? Akan nasib tragis yg seolah tanpa ujung ini
Duhai Rabb hanya padaMu lah jiwa ini mengharap
Cahaya itukan tegak kembali
Menaungi kaum muslimin kembali
Melindungi jiwa kami lagi
Menghembuskan peradaban dengan panoramanya
Ya, itulah yg kami rindukan,
Kembalinya seonggok kemenangan islam yg kaffah
“KHilafah” gaungnya yg semakin menggema
Menjadi oasis nyata ditengah belantara duka
Menggentarkan pasukan Zionis
Mencemaskan kafir harby
Inilah cahaya itu, cahaya yg kian lama dinanti jutaan kaum muslimin
Agar kami dapat berdiri tegak lagi
Agar kami tak terbelenggu oleh moncong-moncong senjata
Agar kami melihat SyariatMu tak hanya dibuku-buku berdebu
Tapi di pelupuk mata kami,melihat panjiMu berkibar dgn gagahnya

Wanita, Antara Korban atau Pelaku


Tutupi kakimu,tutupi tanganmu, tutup ini tutup itu
Semua ingin kau sembunyikan. Kulit kering, kulit kusam saatnya berubah
Tahu gak guys lagu itu??, hayoo yg gak tahu kolot tuh (hehehe just kid). Lirik lagu itu adalah lirik lagu salah satu iklan kosmetik kalau gak salah sih hand body, atau sabun atau apapun itu sorry pemirsa aku lupa. Yang jelas lagu itu bercerita tentang wanita-wanita yang menutupi kulitnya karena bermasalah, entah itu kering, kusam, keriput atau bahkan korengan intinya dengan memekai produk tersebut segala macam keluhan wanita tentang kulitnya bisa beres jadi PD lagi deh buat buka-bukaan gak pake tutup-tutupan.
Yah inilah potret fenomena wanita-wanita saat ini, parahnya lagi para muslimah hari inipun banyaaak banget yang terjerat dengan iklan produk-produk semacam itu. Gak salah emang kalau para muslimah pake hand body ( dengan bahan halal), tapi yang jadi masalah saat ini bukan masalah pake produknya atau tidak. Tapi yang jadi masalahnya para muslimah saat ini pake produk kosmetik buat  memamerkan kecantikannya, sayangnya mereka memamerkan kecantikannya bukan cuman buat mahramnya tapi juga yang bukan mahramnyapun gratis melototin kecantikannya. Nah yang lebih parahnya lagi bukannya merasa risih malahan para muslimah ini merasa bangga dan senang kalau dipelototin.
Eeeiitss jangan nuduh gua su’udzan dong ada buktinya kok kalau banyak para muslimah ini dengan senang hati dipelototin, lihat aja pendaftar peserta putri Indonesia, miss Indonesia, ataupun kontes kecantikan lainnya beeeh banyak banget ciiin pendaftarnya sampe antri berjam-jam ckckckckck parah euy. Padahalkan yang mereka kerjaiin lenggak lenggok di cat walk dengan pakaian se-minim mungkin sambil di foto sana sini, yang fotonya itu tersebar di dunia maya jadi sekali klik maka akan muncul deh tuh foto-foto jadi siapa aja yang bisa connect dengan internet bisa aja sesuka hatinya mengoleksi itu foto dan aku pastiin deh cowok-cowok si kolektor foto itu yakin deh otaknya itu gak steril alias jorok. Iiihhh gak banget deh
Seharusnya nih kita itu sebagai para muslimah yang telah dimuliakan oleh Allah dengan seperangkat aturan demi menjaga diri kita merasa bangga dengan keIslaman kita baik dari segi berbusana, akhlah, interaksi dan segala aspek kehidupan ini, bukannya menjadi generasi yang membebek ke Barat, karena masyarakat barat itu gak layak banget untuk diteladani.
Masyarakat Barat adalah masyarakat yang ‘Sakit’ bukan sakit biasa lagi guys tapi udah kronis stadium akhir lagi. Faktanya laporan dari Guttmacher Institute Agustus 2011 menyebutkan dari 10 pelaku aborsi di AS , 2 diantaranya dilakukan oleh perempuan usia 18-19 tahun. Jika dikalkulasikan dari tahun 1973 sampai 2008, hamper 50 JUTA aborsi terjadi. Gak hanya itu dari aspek kasus kekerasan terhadap perempuan juga menunjukkan penyakit masyarakat barat yang sudah akut, faktanya menurut data UNWomen 2011 tentang kekerasan terhadap perempuan, kasus femicide (pembunuhan terhadap perempuan karena keperempuanannya) setiap tahun di AS menunjukkan satu dari 3 pembunuhan dilakukan oleh mitra intim. Sebanyak 83% anak perempuan berusia 12-16 tahun telah mengalami beberapa bentuk pelecehan di sekolah umum. Di Uni Eropa, 40-50 persen perempuan mengalami kontak fisik dan pelecehan seksual di tempat mereka. Tak hanya di sekolah ataupun tempat kerja, bahkan militer sebagai lembaga berdisiplin tinggi tak luput dari kasus kekerasan. Miluter AS telah menerima 3.200 keluhan tentang adanya kekerasan seksual terhadap tentara perempuan oleh rekan kerja dan komandan mereka. Ngerinya lagi di AS, satu wanita diperkosa 2 menit dan dipukili tiap 15 detik. Di Inggris satu wanita diperkosa atau menghadapi upaya pemerkosaan setiap 10 menit. Luar Binasa bukan?

It's About Ummah


Rasulullah saw bersabda “   ada 2 hal yang tidak ada sesuatu yang lebih untama darinya, 1) iman kepada Allah, 2)perbutan yang brmanfaat untuk umat Islam. Dan ada 2 hal yang tidak ada tandingan keburukannya yaitu 1) menyekutukan Allah, 2) perbutan yang menyakiti umat Islam “

 Kalau kita mau membelalakkan melihat realitas kaum musilimin ini maka komentar yang paling cocok menggambarkan keadaan saat ini adalah kata “Miris”. Bagaimana tidak, umat Islam saat ini benar-benar terbelakang. Coba deh kita lihat realitas di negri kita yang banyak korupsi itu orang apa? Yang banyak memenuhi penjara orang apa?yang banyak jadi pengemis orang apa? Yang dituduh teroris siapa? Jawaban dari pertanyaan itu semua  yah orang Islam. Tidak hanya masalah pada keterbelakangan akhlak, moral, dan intelektual saja, kaum muslimin di barbagai belahan dunia mengalami deskriminasi, di ftnah, di dzalimi bahkan mengalami genosida. Sebut saja Palestina, checnya,khasmir,Thailand,xianjiang,Myanmar , dan juga di negeri-negeri Barat seperti di Amerika, Prancis dll.
Sungguh umat Islam benar-benar telah tersakiti, dan ini bukan omong kosong atau fiksi belaka, tapi sungguh umat Islam hari ini memang telah sangat tertindas dan terzhalimi. Kaum muslimah yang berkerudung di prancis contohnya, mereka mengalami tekanan dan deskriminasi dalam mengenyam pendidikan, pasalnya pemerintah prancis terus melarang hijab di sekolah-sekolah sehingga kaum muslimah terbatasi untuk mendapatkan pendidikan hanya karena melaksanakan kewajiban agamanya yang luhur. Masih di Prancis, pelarangan niqab oleh Prancis berujung pada denda maupun penangkapan pada perempuan bercadar. Sungguh ironi, dilain pihak Prancis justru mengizinkan perempuan dari kelompok Femen-feminisme Ukraina, merayakan pembukaan kantor mereka di Paris dengan setengah telanjang, dengan membawa tulisan “ No To Syariah” namun bukan di spanduk atau poster melainkan di dada mereka sendiri.
Islamphobia menjadi phobia yang lagi naik daun dinegri-negri Eropa, di negri Paman Sam contohnya baru-baru ini diberitakan bahwa ada seorang wanita yang membunuh seorang pria dengan mendorongnya ke rel kereta saat kereta hendak menlintas. Pembunuhan itupun mulus dilakukan, si pria akhirnya meninggal. Si pembunuh mengaku bahwa motif pembunuhan tersebut tidak lain karena dia mengira lelaki itu seorang muslim, meski akhirnya diketahui bahwa si lelaki bukan seorang muslim.
Tak hanya masyarakatnya, pemerintah Amerikapun menunjukkan Islamphobia dengan kegiatan NYPD atau polisi New York yang kerap memata-matai muslim. Dengan alasan bahwa  menjadi seorang muslim merupakan satu indicator seorang teroris. Padahal sejatinya di dalam Islam tidak diajarkan untuk melakukan tindak terror, lagipula stigmatisasi ‘teroris’ yang disematkan kepada kaum muslimin pasca runtuhnya WTC karena dianggap sebagai pelaku utama kejadian tersebut hanyalah fitnah belaka. Fakta-fakta kasus WTC justru mengindikasikan bahwa Amerika sendirilah yang menjadi penulis sekenario dalam drama WTC tersebut.

Minggu, 25 November 2012

Faktor free sex dan solusi cerdas mengatasinya


‘Astagfirullah’ mungkin itulah kata yang tepat untuk diucapkan saat mendengar berita yang mengerikan itu. Tapi bukan tentang kuntilanak yah (mentang-mentang dibilang mrngerikan bawaannya ingat setan)  kalau beritanya tentang kuntilanak sih bukannya Astagfirullah lagi ayat kursi sekalian.
Back to the case, siapa sih yang gak ngeri mendengar berita tentang kejadian kematian, tapi ini kbukan sembarang kematian, berita kematian yang satu ini tergolong sensasional dan tak biasa. Kejadian tersebut terjadi pada saat pesta perayaan tahun baru di Jakarta yang harus berakhir dengan tangisan dan teriakan histeris. Bagaimana tidak, sepasang kekasih yang masih ABG ditemukan tewas di dalam kamar mandi dengan keadaan sedang berpelukan dan nyaris tanpa busana.
Kasus-kasus asusila dinegri ini tak hanya 1 atau 2 kasus saja, ada segudang banyaknya. Eeeiits aku gak ngarang yah, banyak kok hasil survey yang memperlihatkan betapa negri ini telah sakit moralnya. Survey-survey yang dilakukan selalu menunjukkan hal-hal  ‘menajkjubkan’. Salah satunya data yang dilansir oleh BKKBN menyebutkan bahwa separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di wilayah jabodetabek udah gak perawan lagi dan mengaku pernah berhubungan seks before married (naudzubillah). Begitu pula yang terjadi di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya,Medan, Bandung, dan Yogyakarta.
Gak hanya para ABG yang berulah, anak-anak SD  udah mulai gak beres kelakuannya. Hal ini terkuak dari hasil riset Yayasan Kita dan Buah Hati yang menemukan sebanyak 83,37% anak SD kelas IV dan V sudah KECANDUAN PORNOGRAFI. Ya ammpyuun masih muka unyu-unyu,umur masih bocah tingkah udah kelewatan. Sungguh terrrlalu.
Gak heran tahun 2012 ini Indonesia menggaet piala perunggu (juara III) kelas dunia sebagai pengakses konten porno terbesar setelah China dan Turki. Akibatnya wabah HIV/AIDS menjamur bahkan bisa jadi telah mengelahkan wabah panu,kudis,kurap dan kutu air hehehe. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat total kasus aborsi dari 2008 sampai 2010 jumlahnya mencapai 2,5 juta kasus  (wow), dan lebih wownya lagi 62,6% dilakukan anak di bawah usia 18 tahun.
Sesuai hokum III Newton aksi=reaksi, ada sebab maka ada akibat.Maraknya free sex tentu dipicu oleh berbagai factor. Apa sajakah faktornya? Mau tahu? Mau tahu? (gak ah, tempe aja hehehe)

Sweet 17

17 atau dalam bahasa inggrisnya Seventeen, pastinya kita tahu dunk  seventeen itu nama band yang cukup beken di negri ini, but ups kali ini kita ngak bakalan bahas masalah band bro n sis tapi masalah umur yang menurut penulis sendiri umur itu terbagi atas 3 bagian yaitu Balita, Belia dan Bangkotan  (jangan tersinggung yah). Umur merupakan hal yang dimiliki setiap yang bernyawa di dunia ini, mau itu sapi, ayam, kambing apalagi manusia semua punya umur. Kok kita punya umur sih? Nah umur itulah yang menandakan bahwa hidup kita di dunia ini ada batas waktunya, gak selamanya kita bisa bernafas lega di dunia ini,gak selamanya kita bercengkrama dengan orang-orang yang kita kasihi di dunia ini, dan gak selamanya kaki berpijak di bumi yang kokoh ini. Semua ada batasnya bro n sis, n malaikat maut itu gak pilih-pilih dalam hal cabut mencabut nyawa, jangan dikira kalau yang bakalan di datangi sama malaikat maut itu cuman kelompok-kelompok bangkotan yang udah pada bau tanah, banyak kok teman-teman dari kelompok belia yang harus mengakhiri kisah hidupnya di dunia, n tragisnya banyak anak muda yang harus mengehiri hidupnya saat sedang bermaksiat su’ul khotimah gitu deh. Contohnya nih  yang meninggal gara-gara nonton konser (yang nontonkan rata-rata anak muda bukan kakek-kakek), banyak yang meninggal gara-gara nonton sepakbola (tawuran gitu loh), banyak yang meninggal gara-gara minum minuman keras, banyak yang meninggal gara-gara over dosis narkoba n banyak yang meninggal sedang berbuat mesum dengan pasangan tidak halalnya. Ihh ngeriiiii. Padahal Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya.”(Hadis riwayat Bukhari dan selainnya)
So kalau hidup kita habiskan dengan bermaksiat kepada Allah, jangan salahin malaikat maut kalau dia mencabut nyawa kita pada saat itu (salah sendiri hobinya maksiat). Udah hidup gak berguna, mati dalam keadaan durhaka, eh di akhirat bakalan masuk neraka. Rugi bangetkan ciin
Oh iya back to the 17. Hmmm 17 tahun ini rasa-rasanya tahun terspesial deh, lihat saja salah satu pemain sinetron yang sedang popluer  bernama nikita wilily dapat hadiah mobil, dan masih banyak contoh orang disekitar kita yang perayaan suit 17 dengan wah dan wow.
Usut-punya usut 17 itu spesialnya menurut salah seorang kawan adalah pada usia itu kita telah menjadi sosok yang lebih dewasa sehingga lebih mampu bersikap bijak ( moga aja gak sekedar teori yah aamiin)
Lain lagi dengan cerita salah seorang kawan yang punya pengalaman mengenai sweed 17nya, waktu itu dia dapat selamat dari salah seorang temannya yang kemudian berkata “ Bro loekan udah 17 tahun gua ucapin selamat yah loe udah bisa liat video bokep” Whaatt ya ampuuun adegan itu jangan ditiru yah n  kalau ada yang berfikiran seperti ini musti cepat-cepat tobat tuh.
Well apapun definisi tentang spesialnya 17 sih terserah selama itu bermuatan non electron alias positif  youwes lah. Yang perlu kita telaah disini bukan bagaimana mengadakan pesta ultah besar-besaran atau minta kado yang wah di usia itu( udah gak usah ultah deh, ultah-ultahan kan bukan dari budaya Islam guys) tapi yang perlu dan sangat perlu untuk  kita renungi adalah bagaimana mengisi masa-masa itu dengan aktivitas yang berbobot n high quality, ya gak? Ya doong.
Tapi sayang banget, buanyak diantara saudara-saudari sesama belia yang salah mengartikan tentang kesempatan emas yang cuman sekali ini. Katanya masa mudakan cuman sekali maka nikmaaati sepuasnya. So mereka menikmati masa muda dengan hura-hura, pacaran,kelayapan,nongkrong , nonton konser dan seabrek aktivitas lain yang tak berguna n nambah dosa catet tuh. Padahal nih bro n sis Rasulullah saw  bersabda
 ”Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dibawah naunganNya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungannya, yaitu peminpin yang adil; pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya…..(Muttafaq’alaih)
Nah tuh mas n mba bro yang bakalan dinaungi oleh Allah itu PEMUDA yang senantiasa beribadah kepada Allah, bukan orang tua apalagi anak-anak tapi sekali lagi PEMUDA, makanya masa muda saayaaang banget buat disia-siakan
Justru karena masa muda yang hanya sekali itu maka kita kudu memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, misalnya nih dengan ngaji eiits ngaji bukan cuman baja tilawah doang tapi mengkaji ilmu Islam supaya ilmu kita bertambah coy, selain itu masa muda kita juga bisa diisi dengan kegiatan dakwah. Yup selain ngaji dakwah kudu dilakuin guys kan hukumnya wajib dalam Islam.
Hhmm kayaknya ada yang berfikir kalau mengisi masa muda dengan ngaji n dakwah bakalan ngebosanin, ngak asik n kolot ( hayoo ketahuan lo ). Eeeiitss jangan su’udzon dlu lah guys, dakwah n ngaji itu gue akuin bukan hal yg mudah coy BUT endingnya nih nikmatnya luar biasa, gimana gak luar biasa yang dijanjikan Allah untuk orang-orang yang taat itu surga mamen. Ibaratnya nih kayak pepatah beraki-rakit kehulu berenang-renang ketepian, sakit duluan gak apa2-apa dah yang penting happy ending. Ok gak.
Sama halnya nih dengan buah durian, kalau lihat bungkusnya aja ogah setengah mati buat makan ntu buah. Udah berduri,baunya menyengat abis, gak hidup lagi(mending gak hidup kali yah daripada hidup iihh serem ‘durian hidup’). Tapi nih kalau lihat dari kulitnya aja kita gak bakalan deh merasakan nikmat buah durian yang ambooii rasanya.