Simak Kategory yuk..

Cerpen (1) Dakwah (1) KHILAFAH (4) Muslimah (3) Opini (5) Puisi (3) Remaja (1) Video (1)
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

Karena Cinta Kita Berdakwah


Kawan, lelah kadang menyapa langkah
Cucuran keringat terasa telah membajiri peluh kita
Sakit yg kt terima
Peluh yg kt derita
Fikiran menjadi bobot yg menyita perhatian
Tapi kt terus berlari
Mengejar mad’u yg terus lari
Mengkoar2kan kalam ilahi
Meski beribu langkah tlah menghindari
Meski tak ada jiwa yg menghampiri
Krn Cinta kt terus tapaki
Jalan berdebu lagi sulit
Krn cinta kt tetap berucap
Meski tak ada lagi telinga yg mendengarkan
Krn Cinta kt bertahan
Menahan tiap celaan yg mendera
Krn Cinta kt bersama
Menahan  lelah yg sama
Krn Cinta kt Bergerak
Merevolusi pemikiran yg ada
Krn Cinta kt px mimpi ke Jannah
Melepas lelah ditempat terindah,kelak
Yah, krn Cinta kt Berdakwah

Jumat, 29 Maret 2013

Bulir-bulir Cinta

Ia bukanlah setitik wujud berbentuk
Ialah potongan dari rasa abstrak
Membentuk kesyahduan dalam jiwa
Dia bukanlah hal yg tak terkendali
Ia mampu memasuki tiap pintu
Pintu yg kau buka
Dapat berupa gelap teramat atau jalan cahaya menyejukkan
Ia dapat menjerumuskan
Namun jg dpt menyelamatkan
Bulir-bulir cinta, ialah dr sang Illahi
Dan hendaknya kembali dalam rangkulanNya
Bukannya terjerat jebakan setan
Kelak membawanya dalam dekapan nafsu syahwat
Terjembab dalam maksiat,nikmat berbalut sengsara
Duhai pemuda jika hendak persunting bidadari
Kerahkan bulir-bulir itu kepada ilahMu
Cantiknya si penggoda tak ada nilainya
Jika disandingkan dengan bidadariNya
Dan nikmat dalam mihrab JannahNya
Telah cukup menjadi alasan
tuk persembahkan bulir-bulir cinta
hanya kpd ia yg juga mencintaiNya

Yang Dinanti

 
Saat semua menjadi gelap
Perasaan kalut berselimut kemelut
Jeritan hati mengikis kalbu
‘dimanakah cahaya itu?’
Sunyi sendiri merongrong sanubari
Ingin ku berlari mengejar setitik cahaya
Namun hembusan itu membut arah tak menentu
Duhai siapakah yg dpt menolong
Bahkan si pelayanpun berlagak songong
Tempat berteduhpun hancur melebur
Hanya air mata yang terus mengalir menemani hari
Hari dimana org2 kehilangan separuh jiwanya
Yang terkasihpun pergi oleh dentuman bom sang zionis
Bahkan mata bocah menjadi saksi atasnya
Bengis cara mereka merampaasnya
Sadis cara mereka memperlakukan kami
Masih adakah yg peduli?? Akan nasib tragis yg seolah tanpa ujung ini
Duhai Rabb hanya padaMu lah jiwa ini mengharap
Cahaya itukan tegak kembali
Menaungi kaum muslimin kembali
Melindungi jiwa kami lagi
Menghembuskan peradaban dengan panoramanya
Ya, itulah yg kami rindukan,
Kembalinya seonggok kemenangan islam yg kaffah
“KHilafah” gaungnya yg semakin menggema
Menjadi oasis nyata ditengah belantara duka
Menggentarkan pasukan Zionis
Mencemaskan kafir harby
Inilah cahaya itu, cahaya yg kian lama dinanti jutaan kaum muslimin
Agar kami dapat berdiri tegak lagi
Agar kami tak terbelenggu oleh moncong-moncong senjata
Agar kami melihat SyariatMu tak hanya dibuku-buku berdebu
Tapi di pelupuk mata kami,melihat panjiMu berkibar dgn gagahnya