Penculikan gadis-gadis
sekolahan di Negeria membuat dunia terperanjat, betapa tega organisasi yang
bernama Jama’atu Ahlis Sunna Lidda’awati
wal-Jihad yang kemudian terkenal dengan sebutan Boko Haram menculik gadis-gadis belia yang tak
punya salah apa-apa. Rupanya kasus ini tak hanya membuat pemerintah Nigeria
berang, Ibu nomer 1 di Amerika Serika Michelle Obama juga geram. Kepeduliannya
dia tunjukkan dengan mengupload fotonya yang
berwajah kesal sambil memegang kertas putih bertuliskan #Bring Back Our Girls. Persoalan kemanusian
membuat ibu dari negara adidaya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk
turut berpartisipasi dalam menegakkan keadilan.
Tak hanya itu, Media AS CBC melaporkan
bahwa Amerika telah mengirimkan tim ahli di bidang militer, inteligen dan
penegakan hukum ke Nigeria dalam rangka membantu pemerintah atas pemberontakan
Boko Haram.
Minggu, 28 September 2014
Minggu, 20 April 2014
Pemilih Muda Mangsa Utama
Pemuda merupakan penentu masa depan bangsa, selain sebagai pemegang estafet bangsa jumlah mereka yang sangat banyak menjadi penentu kemenangan pemilu 2014. Wajar jika hari ini para pemilih pemula menjadi incaran oleh partai politik. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Malik, dari 180 juta daftar pemilih tetap, 30 persennya yaitu pemilih muda.
"Kalau 30 persen pemuda itu datang ke TPS maka mereka yang akan menentukan pemenang dalam pemilu," kata Husni (28/11/2013).
Hal tersebut menjadikan partai semakin kreatif untuk menarik
simpati pemula, mulai dari berexis-ria disosmed hingga kampanye dengan membuat
konser ala anak muda. Sementara pemikiran para pemuda saat ini, cenderung hanya tertarik dengan hal-hal berbau
entertainer daripada hal-hal yang berbau politik, sehingga tetap menjadikan
pemuda golongan yang apatis meski tingkat partisipasi memilih mereka tinggi.
Jika masa depan bangsa ini diserahkan pada para pemuda yang
hanya have fun saja dan tidak begitu mengerti dengan persoalan bangsa, maka
wajar jika nantinya yang memimpin negri adalah orang kerjanya have-fun juga
alias rajin plesiran.
Maka saatnya pemuda hari ini sadar politik dan melihat
dengan jeli tentang masalah bangsa ini. Negri dengan 1001 masalah ini butuh
solusi dari para pemuda, namun solusi yang kita butuhkan bukan lagi mengganti
wajah para wakil kita saja tapi juga mengganti sistem yang ada.
Sistem hari ini wajib deganti karena ia adalah biang dari
masalah. Sistem demokrasi yang saat ini diterapkan sejatinya memiliki bau busuk
yang dipoles sedemikian rupa dengan slogan-slogan yang cantik. Empat pilar
kebebasan dalam demokrasi telah mejadikan ibu pertiwi terus mengeluarkan air
mata. Pilar kebebasan yang pertama yakni kebebasan beragama telah menjadikan
agama tak ubahnya dengan WC umum yang kita bisa keluar masuk seenaknya. Pilar
kebebasan berpendapat telah menghasilkan lirik-lirik lagu yang mengajak kepada
kemaksiatan. Pilar kebebasan berekspresi telah menjadikan eksploitasi tubuh
wanita komoditi penghasil dollar. Pilar kebebasan memiliki telah menjadikan SDA
negri dikuasai oleh segelintir orang yang seharusnya itu milik rakyat.
Demokrasi jugalah yang bertanggung jawab atas degradasi
moral pemuda, dengan pilar kebebasannya, sensualitas wanita diumbar dalam
bentuk iklan dan film. Sehingga menkajadikan pemuda fikirannya dihiasi oleh
hal-hal berbau porno. Begitu pula dengan bertambah kriminalnya perilaku pemuda
akibat minuman keras yang dijual bebas dan legal atas dasar demokrasi.
Oleh karena itu saatnya pemuda sebagai penerus masa depan
bangsa mencampakkan demokrasi dan menggantinya dengan yang lebih baik. Solusi yang seharusnya
diambil pemuda saat ini adalah mengembalikan Indonesia yang milik Allah kembali
kepada aturanNYA. Islam sebagai agama yang paripurna tak hanya mengatur
persoalan spiritual saja tetapi aturannya mencakup segala hal mulai dari bangun
tidur hingga bangun negara.
Sistem pemerintahan yang menerapkan syariat Islam yakni
khilafah merupakan solusi tuntas dan pilihan yang paling solutif. Dengan sistem
Islam karakter pemuda dengan akhlak yang baik akan terbangun karena pendidikan
yang diterapkan akan berbasis Islam, tidak seperti pendidikan sekarang yang
katanya pendidikan berkarakter namun pelajaran agama hanya memiliki porsi yang
sedikit. Selain itu media yang hari ini kebanyakan menampakkan hal-hal yang tak
seharusnya diperlihatkan kepada para pemuda, akan diubah dengan adanya aturan
Islam yang akan membatasi media dan menjadikan media sebagai wadah edukasi
untuk generasi.
Tak hanya itu, aturan yang diterapkan dalam Islam merupakan
aturan yang tegas dan tidak pandang bulu. Tidak seperti aturan hari ini yang
diistilahkan dengan pasal karet, aturannya dapat ditarik ulur sesuai
kepentingan. Sehingga kejahatan dan kriminalitas dapat direduksi dengan
optimal.
Saatnya pemuda tak lagi menjadi mangsa kepentingan politisi,
tapi menjadi garda terdepan mengembalikan senyum ibu pertiwi dengan syariah dan
khilafah.
Pesta Demokrasi Membawa Sengsara
Pohon-pohon dan jalanan akhir-akhir ini semakin ramai, bukan
karena kendaraan yang lalu lalang melaikankan foto-foto para politisi. Maklum
negri ini tak lama lagi akan mengadakan perhelatan akbar yang biasa disebut
pesta demokrasi. Namun makin hari tingkat partisipasi masyarakat terhadap pesta
demokrasi semakin berkurang, sebagai mana dilansir nasional.inilah.com golput
di Indonesia setiap tahunnya meningkat. Pada Pileg tahun 1999 angka golput
sekitar 10,2 persen. Kemudian, Pileg 2004 meningkat menjadi 23,3 persen.
Rendahnya parstisipasi masyarakat diakibatkan oleh
berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pra calon wakil rakyat, pasalnya
sudah 68 tahun ini merdeka dan selama itu pula negri ini telah dipimpin oleh
orang yang berbeda latar belakang, mulai dari anak petani,ilmuan,wanita,ulama
bahkan militer namum tak ada perubahan yang berarti. Hal tersebut terjadi
lantaran kita hanya memaknai demokrasi pada kulit luarnya saja. Demokrasi hanya
diidentikkan dengan voting, padahal
demokrasilah biang permasalahan saat ini. Mengapa demikian?, demokrasi
hakikatnya adalah kedaulatan ditangan rakyat, sementara akan menjadi tidak
realistis bila seluruh rakyat Indonesia berkumpul pada suatu tempat dan suatu
waktu untuk membicarakan UU untuk mengatur kemaslahatan mereka, maka
dibutuhkanlah yang namanya wakil rakyat. Mekanisme pemilihan wakil rakyat ini
ibarat sebuah mobil, yang namanya mobil ia tak akan mampu berjalan bila tak
punya mesin, maka mesin disini dianalogikan sebuah partai sebagai sebuah mesin
penggerak dari wakil rakyat, namun adanya kendaraan dan mesin masih belum cukup
untuk membuat sebuah kendaraan berjalan maka dibutuhkan namanya bensin, posisi
bensin disini ibarat dana yang dibutuhkan oleh paratai.
Perhelatan pesta demokrasi untuk memilih seorang wakil
rakyat membutuhkan dana yang sangat besar. Suplai dari internal partai saja
tentu tidak cukup maka terjadilah kongkalikong atau kerjasama dengan para
pemilik modal, utamanya para pengusaha. Para pengusaha ini tentu tidak memberikan
dana secara cuma-cuma, sebagai gantinya para pengusaha mampu mendikte
kebijakan-kebijakan dari para wakil rakyat agar sesuai dengan kepentingan
mereka. Maka jangan heran ketika banyak kebijakan yang berasal dari wakil
rakyat namun sama sekali tidak memcerminkan untuk kepentingan rakyat, UU
Perkebunan, UU Minerba, UU Penanaman Modal, dan sebagainya. UU tersebut
memberika akses seluas-luasnya kepada para pengusaha untuk mengeruk SDA negri,
sementara rakyat hanya diberikan janji-janji palsu dan sedikit bahan pangan
atau pakaian menjelang pemilu. Rakyat yang seharusnya mendapatkan pendidikan,
kesehatan dan transportasi memadai dari kekayaan negri ini, justru menjadi objek
paling menderika karena tidak mampu mendapatkan haknya gara-gara demokrasi.
Inilah wajah asli demokrasi yang selama ini bersembunyi
dibalik topeng slogan-slogannya yang manis saatnya rakyat sadar dan bangkit
untuk menolak demokrasi.
Maka solusi agar dapat keluar dari permaslahan ini adalah
mengganti sistem demokrasi dengan sistem yang mampu membawa perubahan Indonesia
kearah lebih baik. Satu-satunya sistem yang dapat mewujudkan itu semua adalah
khilafah yakni sistem kenegaraan yang menerapkan aturan-aturan Allah SWT
didalamnya. Karena Indonesia ini milik Allah dan yang paling tahu baik dan
buruk bagi manusia adalah Allah maka menjadi konsekuensi logis bila seharusnya
kita kembali kepada aturan Allah SWT.
Jika aturan manusia
diterapkan maka akan sarat dengan kepentingan individu maupun kelompok yang
membuat aturan. Sistem Islam dengan sistem ekonominya yang mengharamkan SDA
untuk dikuasai individu akan mampu menopang ekonomi negeri bukan lagi dengan
utang atau pajak. Dengan sistem pendidikannya akan menciptakan pendidikan yang
tidak lagi dijadikan bisnis melainkan membangun karakter anaka bangsa. Sistem
pergaulan Islam akan mampu mewujudkan negri yang menjaga kehormatan wanita.
Selain itu Sistem pidana dalam Islam mampu mewujudkan keadilan dan ketegasan
hukum yang mampu membuat kejahatan tereduksi. Meski sistem ini merupakan sistem
Islam namun hal tersebut tidak akan mendeskriminasi pihak-pihak non Islam
karena untuk permasalahan agama tidak ada paksaan untuk memeluk Islam, begitu
pula perkara makanan, pakaian dan cara nikah akan diserahkan kepada
masing-masing individu berdasarkan keyakinannya, hanya saja berkaitan masalah
hukum publik maka setiap warga negara harus mematuhi aturan sistem ini.
Itu hanya segelintir gambaran tentang khilafah, sebagai
seorang manusia yang masih menggunakan akal sehat tentu jika diminta untuk
memilih antara demokrasi dan khilafah kita mampu memilih sistem yang tepat
untuk negri ini.
Berkontribusi dalam pesta demokrasi hanya akan menambah
nafas panjang demokrasi, padahal ia telah lama mencekik nadi pada leher rakyat
ini.
LPG Naik, Rakyat Tercekik, Caleg Pasang Aksi
Kenaikan LPG 12 kg saat ini membuat rakyat semakin tercekik,
meski kenaikan yang awalnya 3.500 per Kg diubah menjadi 1.000 per Kg, yah tetap
saja rakyat menjerit, wong harganya
tetap naik kok. Rakyat sebagai objek
yang paling terbebani atas kebijakan ini membuat para politisi angkat bicara.
Bagai oase ditengah gurun pasir, para politisi rame-rame menghujat Pertamina
atas pembelaan mereka terhadap rakyat namun namanya oase tetaplah oase, ia
hanya bentuk halusinasi tanpa pernah ada relitanya.
Masalahnya Pertamina mengambil jalan menaikkan LPG bukan
semata-mata tanpa alasan, Pertamina mengalami kerugian sehingga mau tidak mau
harus melakukan hal yang dapat menyelamatkannya. Meskipun begitu hal tersebut
tidaklah wajar karena Indonesia termasuk peringkat ke-13 negara di dunia dengan
cadangan gas alam sebesar 92,9 triliun kaki kubik. Tapi hal tersbut tidak
berkolerasi dengan tersedianya LPG yang murah dan terjangkau.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo
dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (11/5/2012). ” Sampai saat ini sebanyak
74% kegiatan usaha hulu atau pengeboran minyak dan gas (migas) di Indonesia
masih dikuasai perusahaan asing. Perusahaan nasional cuma menguasai 22% dan
sisanya konsorsium asing”. Karena gas yang dikuasai oleh Indonesia tidak
sebanding dengan konsumsi gas dalam negri sehingga pertamina mengimpor gas.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya
mengatakan, 59% gas yang diperdagangkan Pertamina berasal dari impor.
Sedangkan, sekitar 30% berasal dari perusahaan migas dalam negeri, sisanya dari
eks kilang Pertamina.
Betapa bodohnya negri ini, punya kekayaan justru diberikan
ke asing, giliran Indonesia yang butuh gas, malah impor dengan harga yang
mahal. Hal ini terjadi karena kita menerapkan sistem ekonomi kapitalisme dan
sistem pemerintahan demokrasi. Dalam sistem ini yang membuat hukum adalah
manusia, sehingga wajar kalau manusia diberikan wewenang membuat hukum maka
akan banyak kebijakan yang sarat akan kepentingan si pembuat hukum, faktanya
dengan adanya kebijakan memberikan hak kepada asing untuk mengeruk kekayaan
alam Indonesia, tentu pembuat kebijakan mendapatkan fee tertentu dari perusahaan asing tersebut.
Seharusnya sistem yang hari ini menjadi biang kerok dari
masalah bangsa dicampakkan, kemudian diganti dengan sistem yang betul-betul
mampu menuntaskan masalah bangsa saat ini. Satu-satunya sistem yang mempu
memberikan perubahan dan pengaruh yang berarti bagi tanah air ini adalah dengan
mengembalikan aturan sang pencipta yakni Allah sebagai pencipta sekaligus
pengatur dunia ini dengan cara menerapkan syariatNYA secara sempurna.
Syariat Islam khususnya sistem ekonomi dalam Islam telah
mengatur tentang kepemilikan yang terbagi atas 3, yakni kepemilikan individu,
umum dan negara. Kepemilikan umum salah satunya adalah migas, artinya migas
haram hukumnya dikuasai oleh individu ataupun kelompok. Negaralah yang bertugas
sebagai regulator yang mendistribusikan kepemilikan umum secara merata kepada
rakyat baik dalam bentuk mentah atau keuntungannya dialokasikan untuk
pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Islam sebagai sebuah ideologi tak hanya mengatur persoalan
spiritual saja tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan, baik itu ekonomi,
politik, sosial, pendidikan dan lain-lain. Adapun bentuk pemerintahan sistem
Islam berbeda dengan yang lainnya, ia bukan kerajaan, republik, demokrasi
ataupun teokrasi, tetapi memiliki ciri khas lain yang pemerintahannya disebut
khilafah.
Khilafahlah yang dapat mengatasi berbagai problematika kita
hari ini. Jadi jika memang para politisi benar-benar ingin membela rakyat maka
harusnya tidak hanya mengecam Pertamina tetapi mampu mengembalikan kekayaan ibu
pertiwi kembali kepangkuan rakyat Indonesia. Selain itu, para politisi juga memberika solusi tuntas dengan lantang
mengkampanyekan kebangkitan khilafh yang telah dijanjikan Allah, sebagai
satu-satunya sistem sahih yang mampu mensejahterahkan rakyat Indonesia.
Rabu, 15 Januari 2014
Sejumput Kisah Dibalik Hijabku
Masih jelas
diingatanku suatu hari dimana langkah awal menuju jalan baru mulai kutorehkan
dalam kisah perjalanan hidupku. Siang itu hawanya terasa membakar, debu
bertebaran diiringi deru kendaraan bermotor saling bersahut-sahutan seolah
menjerit kepanasan, keringat-keringat kian berjatuhan dari pori-pori kulit yang
merasakan kelelahan, meski aku saat itu sedang berada dalam rumah tepatnya
rumah guru Rohisku ka’ Yati, rasa panas masih terasa menyengat kulitku, tapi
panas hawa yang kurasa saat ini tak seberapa dibandingkan dengan panasnya
semangatku, semangat yang kian membara hingga terasa di setiap sel
tubuhku,semangat untuk berubah, semangat untuk berIslam secara kaffah, semangat
untuk meraih ridho Ilahi.Allahu Akbar
“Krrriiiit”, bunyi
decit pintu mengiringi langkahku keluar dari pintu kamar kak Yati sementara itu
diluar kamar ukhti-ukhti rekan sepengajian tengah menungguku. Ketika aku
menampakkan diriku dengan seragam sekolah yang tengah kukenakan, sontak saja
tawa membahana melihat sosokku yang mengenakan seragam sekolah. Bagaimana
tidak, seragam sekolah yang baru saja dijahit oleh Endah salah seorang temanku,
terlihat tidak biasa. Bukannya terkesan unik ini malah terkesan aneh. Rencananya
seragam sekolahku akan disambung antara rok dan bajunya, setelah dijahit Endah
seragam itu memang telah tersambung, tapi Endah menyambungkan roknya terlalu
kebawah sehingga seragamku jadi terlihat aneh bin abnormal dengan penampakan
rok kedodoran.
Kalau anak-anak
gaul jaman sekarang memang biasanya dengan rela dan sengaja memakai rok sekolah
di pinggul atau di bawah pinggul yang biasanya disebut ‘pinggang jatuh’, kalau
memakai rok diatas itu misalkan memakai rok di atas pinggang, maka percayalah
anak malang itu akan dicap kolot bin kampungan atau dicap jojon the next
generation, hehehe. Tetapi penampakan seragamku kali ini lebih fantastis bukan
‘pinggang jatuh’ lagi namanya karena roknya sangat dibawah pinggang terlihat
nyaris jatuh. Eeiits tapi hal ini bukan kulakukan untuk keren-kerenan atau karena
menginkan predikat gaul loh. Hal itu kulakukan semata-mata demi merai ridhoNya.
Karena aku menyadari standarisasi sebagai seorang muslim adalah sumber hukum
Islam yakni Al-Qur’an, Assunnah, ijma’ sahabat dan qiyas. Maka dari itu untuk
mempertahankan idealismeku sebagai seorang muslimah akan ku kenakan hijabku
sesuai syariatNya, tak perlu aku memelototi majalah fashion untuk menetukan
cara berbusanaku atau menjiplak gaya busana ala barat yang minim kain, cukuplah
ayat Al-Qur’an menjadi tuntunanku yang dengannya kurasakan kedamaian dan
kemuliaan sebagai muslimah sejati.
Sebagaimana yang
pernah diajarkan oleh guru ngajiku mengenai cara berpakaian seorang muslimah
yang disyariatkan olehNya., guruku menjelaskan bahwa pakaian perempuan ketika
berada di tempat umum itu ada dua, yaitu jilbab dan kerudung. Hal tersebut
sesuai dengan dalil Al-Qur’an surah An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59.
Rabu, 20 November 2013
Karena Cinta Kita Berdakwah
Kawan, lelah kadang menyapa langkah
Cucuran keringat terasa telah membajiri
peluh kita
Sakit yg kt terima
Peluh yg kt derita
Fikiran menjadi bobot yg menyita perhatian
Tapi kt terus berlari
Mengejar mad’u yg terus lari
Mengkoar2kan kalam ilahi
Meski beribu langkah tlah menghindari
Meski tak ada jiwa yg menghampiri
Krn Cinta kt terus tapaki
Jalan berdebu lagi sulit
Krn cinta kt tetap berucap
Meski tak ada lagi telinga yg mendengarkan
Krn Cinta kt bertahan
Menahan tiap celaan yg mendera
Krn Cinta kt bersama
Menahan
lelah yg sama
Krn Cinta kt Bergerak
Merevolusi pemikiran yg ada
Krn Cinta kt px mimpi ke Jannah
Melepas lelah ditempat terindah,kelak
Yah, krn Cinta kt Berdakwah
Idealisme Pengemban Dakwah
Pengemban dakwah makhluk apa itu?, hmm kalau boleh dibilang,
pengemban dakwah adalah makhluk jadi jadian, eeitts tapi bukan maksudnya
manusia setengah siluman atau penampakan makhluk halus ya. Seorang pengemban
dakwah jadi jadian maksudnya adalah jadi soleh bisa, jadi taat tentunya, jadi
teladan masyarakat,jadi dokter bisa(mengobati hatinya ummat), jadi pedagang
bisa (apalagi kalau ada agenda butuh dana),jadi detektiv bisa (mencari pelku
konspirasi-konspirasi),jadi psikolog juga bisa (karena terima konsultasi setiap
saat), yang pastinya jadi berguna bagi nusa dan bangsa.
Pekerjaan orang yang mengemban dakwah so pasti sangat luar
biasa yang bahkan tidak ada pekerjaan di dunia ini yang lebih baik darinya,
karena jenis pekerjaan yang satu ini langsung mendapat pujian dari Allah SWT,
sebagaiman firmanNya
“Siapakah yang lebih baik perkataannya dibanding orang yang
berdakwah kepada Allah, mengerjakan amal soleh dan berkata: sesungguhnya aku
termasuk orang yang berserah diri (kepada Allah)?” (Q.S Fushilat [41]:33)
Kelihatannya sungguh sangat membahagiakan kehidupan para
pengemban dakwah itu, sudah kerjanya cuman berbicara, dijadikan teladan di puji
Allah pula. Tapi eitss nyatanya gak seperti itu juga mas n mba brow. Ketika
kita bergelut dalam dunia dakwah maka jagan harap cerita yang muncul adem ayem
saja, yang ada malah lika-liku, cobaan dan tantangan hidup yang seolah tak ada
habisnya. Yah, sudah sunnatullahnya
seperti itu memang, sebagaimana hadis Rasul ketika beliau baru saja menerima
wahyu, beliau diajak oleh Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Waraqah bertanya
kepada beliau “Apa yang pernah engkau lihat wahai anak saudaraku?”.Rasul
kemudian menceritakan apa yang dilihat dan dialaminya. Setelah mendengarkan
Rasul, Waraqah berkata”Itu adalah Namus yang pernah diturunkan Allah kepada
Musa. Andaikan aku masih berumur muda saat itu. Andaikata saja aku masih hidup
tatkala kaummu mengusirmu”.Rasul kemudian bertanya “Benarkah mereka akan
mengusirku?”. Jawab Waraqah,”benar, tak seorangpun pernah membawa seperti yang
engkau bawa, melainkan akan dimusuhi. Andaikata aku masih hidup pada masamu
nanti, tentu aku akan membantu dengan sungguh-sungguh”
Sekali lagi Waraqah mengatakan “Benar, tak seorangpun pernah
membawa seperti yang engkau bawa melainkan
akan dimusuhi”
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)


